Rabu, 10 November 2010

CONTOH KASUS KODE ETIK PSIKOLOGI PASAL 9 ASAS KESEDIAAN


1.

Seorang dokter Umum bernama x sedang melakukan pemeriksaan kepada pasiennya,dokter menolak memeriksa sang pasien karena sang pasien mempunyai penyakit dalam yang seharusnya di tangani oleh dokter spesialis bukan dokter umum.namun sang pasien memaksa menyuruh dokter X untuk memeriksanya,akhirnya dokter mengikuti kemauan sang pasien dan memeriksanya dengan kemampuan dokter X.padahal dokter X itu tidak bisa mengobati/memeriksa sang pasien tersebut.

2.

Sebuah perusahaan x akan mengikuti tender yang ditawarkan oleh pemerintah. Perusahaan tersebut sudah memenuhi seluruh persyaratan yang ada dalam terder tersebut.Perusahaan tersebut memberi sejumlah uang kepada panitia agar tender yang ditawarkan pemerintah dapat diambil oleh perusahaan X tersebut.Akhirnya tender yang ditawarkan oleh pemerintah berhasil diambil oleh perusahaan X tersebut.

Kasus-kasus di atas dalam kode etik psikologi sangat melanggar pasal 9 atas asas kesedian yang berbunyi :

“ Ilmuwan Psikologi dan Psikolog wajib menghormati dan menghargai hak pemakai jasa atau klien untuk menolak keterlibatannya dalam pemberian jasa/praktik psikologi, mengingat asas sukarela yang mendasari pemakai jasa dalam menerima atau melibatkan diri dalam proses pemberian jasa/praktik psikologi” .

CONTOH KASUS KODE ETIK PSIKOLOGI PASAL 10 INTERPRETASI HASIL PEMERIKSAAN

1.

Dalam Prakteknya, seorang psikolog B melakukan tes seleksi (Psikotes) untuk calon karyawan di sebuah perusahaan P, namun karena seorang peserta tes merupakan kerabat dekat sang psikolog, maka calon karyawan itu meminta pada sang psikolog untuk memberikan hasil yang maksimal pada Psikotes tersebut, karena Psikolog tersebut merasa tidak enak dengan kerabat dekatnya itu, akhirnya ia memberikan hasil sesuai dengan pesanan si kerabat tadi sehingga kerabat dekatnya itu dapat diterima pada perusahaan tersebut.

2.

Seorang dokter kandungan bernama S sedang melakukan pemeriksaan terhadap pasien berinisial A.Sang pasien lain berinisial B ingin mengetahui hasil dari pemeriksaan dari pasien A.Karena sang dokter kerabat dari pasien B, sehingga dokter itu merasa tidak enak dengan pasien B.Akhirnya dengan terpaksa dokter tersebut memberitahukan hasil pemeriksaan dari pasien A terhadap pasien B tersebut.

Kasus-kasus di atas dalam kode etik psikologi sangat melanggar pasal 10 asas interpretasi hasil pemeriksaan yang berbunyi :

“ Interpretasi hasil pemeriksaan psikologik tentang klien atau pemakai jasa psikologi hanya boleh dilakukan oleh Psikolog berdasarkan kompetensi dan kewenangan “ .

CONTOH KASUS KODE ETIK PSIKOLOGI PASAL 11 PEMANFAATAN DAN PENYAMPAIAN HASIL PEMERIKSAAN

1.

Sebuah perusahaan X menyewa psikolog untuk melakukan psikotes mencari pekerja yang handal,pintar dan mampu untuk memajukan perusahaan.setelah semua calon pekerja sudah di seleksi,perusahaan tersebut sudah menerima hasil dari psikotes tersebut.Namun dari pihak perusahaan X tidak paham dengan hasil yang diberikan seorang psikolog tersebut.Karena bahasanya tidak mudah dipahami oleh pihak perusahaan X.Maka perusahaan meminta kepada psikolog tersebut agar memberikan hasil ulang test tersebut dengan bahasa yang lebih umum dipahami.

2.

Seorang ibu membawa anaknya yang masih duduk di bangku dasar kelas 2 ke psikolog.sang ibu meminta kepada psikolog agar anaknya diperiksa apakah anaknya termasuk anak autism atau tidak. Sang ibu khawatir bahwa anaknya menderita kelainan autism karena sang ibu melihat tingkah laku anaknya berbeda dengan tingkah laku anak-anak seumurnya.Psikolog itu kemudian melakukan test terhadap anaknya.Dan hasilnya sudah diberikan kepada sang ibu, tetapi sang ibu tersebut tidak memahami istilah – istilah dalam ilmu psikologi.Dan ibu tersebut meminta hasil ulang test tersebut dengan bahasa yang lebih mudah dipahami semua orang.

Kasus-kasus di atas dalam kode etik psikologi sangat melanggar pasal 11 pemanfaatan dan penyampaian hasil pemeriksaan yang berbunyi :

“ Pemanfaatan hasil pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku dalam praktik psikologi. Penyampaian hasil pemeriksaan psikologik diberikan dalam bentuk dan bahasa yang mudah dipahami klien atau pemakai jasa “ .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar